<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nartifirsta&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://nartifirsta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nartifirsta.wordpress.com</link>
	<description>Tempat Berbagi Ilmu dan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Dec 2010 15:52:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nartifirsta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nartifirsta&#039;s Blog</title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nartifirsta.wordpress.com/osd.xml" title="Nartifirsta&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nartifirsta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>UAS Media Pertunjukan</title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/26/uas-media-pertunjukan/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/26/uas-media-pertunjukan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 15:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/26/uas-media-pertunjukan/</guid>
		<description><![CDATA[TELEVISI DAN MEDIA INFORMASI PUBLIK. A. Definisi dan ruang lingkup Televisi Ada dua objek yang menjadi tinjauan penulis pada kesempatan ini, yaitu Televisi dan Media Informasi Publik. Definisi Televisi sendiri adalah : media komunikasi yang mentransmisikan gambar dan suara (Ikjeld: 2004), sedangkan menurut Wikipedia, 2005 Televisi adalah sistem telekomunikasi untuk penyiaran dan penerimaan gambar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=29&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TELEVISI DAN MEDIA INFORMASI PUBLIK.</p>
<p>A.	Definisi dan ruang lingkup Televisi<br />
Ada dua objek yang menjadi tinjauan penulis pada kesempatan ini, yaitu Televisi dan Media Informasi Publik. Definisi Televisi sendiri adalah : media komunikasi yang mentransmisikan gambar dan suara (Ikjeld: 2004), sedangkan menurut Wikipedia, 2005 Televisi adalah sistem telekomunikasi untuk penyiaran dan penerimaan gambar dan suara dari jauh.<br />
Dibandingkan media-media yang lain, baik media elektronik, media massa maupun media online, televisi tergolong yang paling banyak diminati. Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2004 ada 65 persen lebih  rumah tangga pemilik televisi di Indonesia. Suatu jumlah yang mengagumkan ditengah situasi perekonomian yang sulit ini. Coba bandingkan dengan produk budaya lain, seperti buku, si ”tabung ajaib” lebih digandrungi. Hiburan yang disajikan mampu menarik mayoritas penduduk untuk menekuni tayangan televisi dalam kegiatannya sehari-hari. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006, lebih tiga perempat (86%) dari seluruh penduduk usia 10 tahun ke atas di Indonesia memiliki aktivitas rutin mengikuti acara televisi dalam seminggu.<br />
Situasi yang agak menyimpang namun perlu menjadi catatan adalah perbandingan kepemilikan televisi dengan kondisi lingkungan. Di sebagian besar wilayah Indonesia masih ditemukan lingkungan kurang sehat, yang antara lain ditandai dengan rendahnya jumlah rumah tangga yang memiliki fasilitas air minum yaitu hanya 51,60 % (64,48 % di perkotaan dan 43,25% di perdesaan); dan rendahnya kepemilikan jamban (hanya 8,6 % rumah tangga yang memiliki jamban, yaitu 13,6 % di perkotaan dan 8,6 % di perdesaan).*</p>
<p>Awal kehadiran Televisi sebagai media massa memiliki tiga fungsi yaitu: fungsi hiburan, informasi dan pendidikan. Dengan porsi tayangan yang di harapkan berimbang, Namun dalam perkembangannya terutama setelah lahirnya televisi-televisi swasta porsi tayangan menjadi berubah. Fungsi hiburan menjadi dominan karena lebih banyak mendatangkan iklan yang merupakan nyawa bagi kelangsungan hidup suatau stasiun televisi. Lalu bagaimana dengan dua fungsi lainnya, yaitu fungsi informasi dan pendidikan?<br />
Fungsi informasi porsinya tidak terlalu jauh berbeda dengan fungsi hiburan, karena tayangan iklan pun bisa dikategorikan sebagai informasi. Namun, yang dimaksud dengan informasi adalah yang berhubungan dengan suatu berita, keadaan, situasi yang terjadi maupun penyelenggaraan suatu kegiatan. Dengan kemasan yang berbeda-beda setiap stasiun televisi menghadirkan tayangan informasi, baik dalam bentuk warta berita, talkshow, perbincangan dan lain-lain.<br />
Yang sangat memprihatinkan adalah fungsi pendidikan. Pada awal kehadirannya, Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) cukup intens mengemas tayangan-tayangan bertema pendidikan. Namun, ternyata hanya berlangsung beberapa saat, karena saat ini TPI lebih dikenal dengan tayangan-tayangan dangdut dan film india.</p>
<p>B.	Definisi  Media Informasi Publik<br />
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, media yaitu alat atau sarana komunikasi, sedangkan informasi publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola dan/atau dikirim/diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan undang-undang serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.</p>
<p>C.	Melihat Televisi lebih dekat<br />
Sebagai produk teknologi tinggi, televisi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan dunia. Dengan sendirinya kita tidak bisa membendung dan menghambat kehadirannya. Walaupun ada begitu banyak pendapat mengenai dampak negatifnya, televisi tetaplah menjadi pilihan utama sebagai sarana hiburan yang murah dan mudah dinikmati.<br />
Dampak negatif yang ditimbulkan televisi antara lain :<br />
a.	Pembentukan Sikap<br />
-	Meningkatkan sikap konsumerisme<br />
	Iklan yang menawarkan berbagai macam produk dengan beragam kemasan yang bersifat persuasif amat menggoda pemirsa televisi.<br />
-	Ingin mendapatkan sesuatu selekas mungkin<br />
Menumbuhkan sikap yang tidak menghargai proses, mendapatkan sesuatu tanpa perjuangan. Biasanya dipengaruhi tayangan sinetron<br />
-	Menumbuhkan sikap narkotization atau ketergantungan<br />
	Ada banyak pilihan hiburan yang ditawarkan oleh setiap stasiun televisi, baik berupa sinetron, telenovela maupun reality show. Tayangan-tayangan itu dikemas dengan apik oleh tim kreatif sehingga menimbulkan ketergantungan dan menjerat penonton untuk tidak mengalihkan perhatian.<br />
-	Menciptakan agenda setting bagi penonton. Secara jelas terlihat ketika telenovela menjadi favorit, hampir setiap sore lingkungan sekitar perumahan yang sebelumnya ramai menjadi lengang karena sebagian besar penghuninya menikmati tayangan di rumah masing-masing. Dampak negatif yang ditimbulkan pada saat itu adalah kurangnya interaksi dengan lingkungan.</p>
<p>b.	Pembentukan Perilaku<br />
-	Peniruan perbuatan kekerasan<br />
Menurut kalangan pendidik, psikolog dan pemimpin agama banyaknya tayangan yang berbau kekerasan merupakan penyebab terjadinya beragam kasus kejahatan yang terjadi di masyarakat karena kecenderungan meniru</p>
<p>Disamping dampak negatif, televisi juga memiliki banyak manfaat antara lain adalah :<br />
-	Membantu memahami dunia sekitar, Televisi memberikan informasi seputar kehidupan ini terutama lingkungan sekitar, baik yang dekat maupun jauh. Itulah sebabnya televisi dijuluki sebagai jendela dunia.<br />
-	Memperkaya pengalaman hidup, Televisi memungkinkan penonton mengalami berbagai hal tanpa harus merasakannya sendiri. Mereka tahu tempat-tempat lain tanpa harus mengunjunginya sendiri.<br />
-	Merupakan sarana hiburan dan informasi yang murah dan mudah diperoleh sehingga penonton tidak ketinggalan berita.</p>
<p>D.	Televisi dan Media Informasi Publik<br />
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, televisi bisa dinikmati dengan murah dan mudah. Dan dengan memperhatikan jumlah penikmat televisi di Indonesia, memilih televisi sebagai media untuk menyampaikan informasi publik tidaklah berlebihan.<br />
1.	Informasi publik apa saja yang bisa  disampaikan melalui televisi?<br />
-	Yang sedang hangat saat ini adalah pelaksanaan Pilpres yang akan dilaksanakan awal Juli mendatang, sosialisasi cara mencontreng bisa ditayangkan selain juga ajakan untuk menggunakan hak pilih dengan benar dan bertanggung jawab<br />
-	Informasi publik yang lain adalah kasus-kasus yang terjadi sebagai akibat dari pelaksanaan undang-undang yang baru (kasus Prita Mulyasari), saat ini juga menjadi tayangan di setiap stasiun televisi<br />
-	Informasi publik mengenai kewajiban membayar pajak, yang disampaikan dalam bentuk iklan yang menarik dan mudah diingat.<br />
-	Informasi tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat, merupakan informasi yang mendidik karena akan merubah perilaku sebagian besar penonton<br />
-	Informasi mengenai program sekolah gratis, informasi yang sangat penting khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu<br />
-	Informasi mengenai penyakit / wabah yang sedang melanda, sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan<br />
-	dll</p>
<p>2.	Kendala atau Hambatan<br />
Dari segi target sasaran, televisi dinilai bisa menjangkau semua kalangan jika digunakan sebagai media informasi publik, namun dari segi ekonomi harus dipertimbangkan lagi karena hal-hal berikut ini:<br />
-	Biaya untuk memproduksi informasi sangat besar karena melibatkan banyak pihak ( penulis naskah, sutradara, artis)<br />
-	Perlu kreatifitas yang tinggi, karena informasi yang disampaikan memperhatikan durasi penayangan (singkat tetapi lengkap)<br />
-	Karena biaya penayangan di televisi juga sangat tinggi, kuatitas atau frekuensi sangat terbatas (tidak bisa berulang-ulang)</p>
<p>E.	Kesimpulan dan Saran<br />
1.	Kesimpulan<br />
-	Televisi dimiliki oleh 65 % penduduk Indonesia diartikan bahwa lebih dari separuh penduduk Indonesia menikmati tayangan televisi<br />
-	Televisi dipilih sebagai media informasi publik karena dinilai efektif untuk menyampaikan informasi tetapi harus memperhatikan segi ekonomi</p>
<p>2.	Saran<br />
Sebagian ahli (kalangan pendidik, psikologi, ahli agama) mengkhawatirkan dampak negatif televisi, tetapi dengan sikap bijak efek negatif tersebut akan bisa dihindari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=29&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/26/uas-media-pertunjukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas TIK</title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/25/tugas-tik/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/25/tugas-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 22:39:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/25/tugas-tik/</guid>
		<description><![CDATA[PELAKSANAAN E-GOVERNMENT DI KANTOR KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN I. Latar Belakang A.Definisi Pengertian umum electronic government (e-gov) adalah : “Penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik (teknologi informasi dan komunikasi) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah dalam hubungannya dengan masyarakat, komunitas bisnis, dan kelompok terkait lainnya menuju good governance” B. Ruang Lingkup Pemanfaatan TI Pemanfaatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=28&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PELAKSANAAN  E-GOVERNMENT DI KANTOR KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN</p>
<p>I. Latar Belakang<br />
A.Definisi<br />
   Pengertian umum electronic government (e-gov) adalah :  “Penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik (teknologi informasi dan komunikasi) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah dalam hubungannya dengan masyarakat, komunitas bisnis, dan kelompok terkait lainnya menuju good governance”</p>
<p>B.	Ruang Lingkup Pemanfaatan TI<br />
Pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, mencakup 2 (dua) aktivitas, yaitu :<br />
•	Pengolahan data, pengelolaan informasi, system manajemen dan proses kerja secara elektronis.<br />
•	Pelayanan publik yang dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat. </p>
<p>C.	Tujuan<br />
Tujuan Pembangunan eGovernment<br />
•	Meningkatkan mutu layanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam proses penyelenggaraan pemerintahan<br />
•	Terbentuknya kepemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif<br />
•	Perbaikan organisasi, sistem manajemen, dan proses kerja kepemerintahan</p>
<p>II.	Pelaksanaan E-Government di Kabupaten Sleman dan Kecamatan </p>
<p>A.	Dasar Pelaksanaan<br />
Rencana Induk Pengembangan eGovernment yang disusun sejak tahun 2005 dan berisi sejauh mana kondisi implementasi eGovernment di Pemkab Sleman sampai saat ini dan rancangan rencana pengembangan dimasa yang akan datang.</p>
<p>B.	Infrastruktur Aplikasi E-Government<br />
Infrastruktur jaringan komputer dan pusat data (data centre) dalam konteks eGovernment merupakan dasar utama dalam membentuk jaringan komunikasi data dan informasi untuk mendukung sistem informasi daerah.<br />
-	Jaringan Intranet Kecamatan menggunakan kabel UTP<br />
-	Dari Kecamatan ke Pemda menggunakan wireless 2,4 GZ efeknya dari satu kecamatan terhubung ke 17 Kecamatan yang ada di wilayah Sleman</p>
<p>D.	Arsitektur Infrastruktur Jaringan Komputer<br />
Arsitektur yang sudah dan akan dikembangkan lebih lanjut dan akan tetap mempunyai metode arsitektur pemisahan yang tegas antara konsep intranet, extranet dan internet. Dengan model sebagai berikut :<br />
•	Jaringan Intranet adalah jaringan internal (jaringan antara komputer seluruh unit kerja Pemerintah Kabupaten Sleman)  yang memiliki keamanan tinggi dengan karakteristik pengguna terautentikasi dengan otorisasi tertentu, jaringan ini disebut juga jaringan private karena mempergunakan  IP address lokal (IP Private). Intranet terkoneksi dengan jaringan public melalui firewall yang berfungsi sebagai perangkat keamanan komunikasi dari dan menuju internet.<br />
•	Jaringan Ekstranet adalah jaringan interkoneksi antara jaringan intranet suatu institusi dengan jaringan intranet institusi lainnya, bisa anatar dua pihak atau lebih, melalui jaringan publik (internet) dengan teknologi VPN (Virtual Private Network).<br />
•	Jaringan Internet adalah jaringan publik, setiap client / node di dalam jaringan internal dapat melakukan koneksi ke jaringan public apabila mempunyai otorisasi terhadap fasilitas tersebut.<br />
Untuk pembangunan dan pengembangan jaringan komputer dilakukan dengan menggunakan berbagai teknologi sesuai kondisi dilapangan, antara lain :<br />
1.	Untuk jaringan komputer internal unit kerja (dalam satu gedung dan antar gedung tapi berdekatan), secara umum menggunakan kabel UTP atau kabel STP kategori 5 dan kategori 6, yang disesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada.<br />
2.	Jaringan komputer antar instansi, biasanya dilakukan setelah pengembangan jaringan internal unit kerja tersedia. Teknologi yang diterapkan saat ini ada tiga macam yaitu :<br />
a.	Teknologi Fiber Optic<br />
Karena merupakan teknologi yang mahal tetapi handal karena bisa mencapai kecepatan gigabyte. Untuk itu penerapannya memerlukan kajian yang mendalam, antara lain dipasang untuk unit kerja yang lokasi gedungnya sudah tetap (tidak berpindah) dan tidak di renovasi atau di bangun kembali (dalam waktu dekat).<br />
b.	Teknologi Wireless (Tanpa Kabel)<br />
Digunakan untuk unit kerja yang lokasi gedungnya masih ada kemungkinan untuk pindah atau di renovasi (dalam waktu dekat) atau lokasi gedungnya relatif jauh.<br />
c.	Teknologi Kabel Twist Pair<br />
Digunakan untuk unit kerja yang lokasi gedungnya masih ada kemungkinan untuk pindah atau di renovasi dan atau lokasi gedungnya relatif dekat dengan gedung data centre.</p>
<p>E.	Bentuk Pelaksanaan E-Government di Kecamatan Godean<br />
-	Pelayanan Publik dengan pemberlakuan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang memanfaatkan jaringan intranet yang ada dan online dengan kecamatan-kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman<br />
-	Penyelenggaraan Pemerintahan dengan Penyusunan RKA melalui pemanfaatan TI<br />
-	Pengelolaan Website Kecamatan</p>
<p>C.	Permasalahan<br />
1.	Masalah Sumber Daya Manusia<br />
2.	Masalah Perangkat Keras dan Infrastruktur Network<br />
3.	Masalah Pengembangan Perangkat Lunak dan Legal Software<br />
4.	Masalah Dukungan Kebijakan dan Aturan Perundangan<br />
5.	Masalah Sarana Dan Prasarana Pendukung<br />
6.	Masalah Ketersediaan Sarana Infrastruktur Akses Informasi Bagi Masyarakat.</p>
<p>D.	Solusi untuk Penyelesaian Permasalahan<br />
1.	Pembinaan Sumber Daya Manusia Yang Berkelanjutan<br />
2.	Penyediaan Sarana Pembelajaran On-Line Bagi Aparatur (E-Learning)<br />
3.	Pembudayaan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi<br />
4.	Peningkatan Penghargaan Bagi SDM Pengelola Teknologi Informasi<br />
5.	Peningkatan Jumlah Dan Kualitas Perangkat Keras Komputer Dan Pendukungnya.<br />
6.	Percepatan Pengembangan Infrastruktur Jaringan Komputer<br />
7.	Peningkatan Kapasitas Data Centre (Pusat Data)<br />
8.	Peningkatan Kapasitas Bandwith Internet<br />
9.	Perawatan Dan Pemeliharaan Sistem<br />
10.	Perlu Sistem Yang Terpadu Dan Terintegrasi<br />
11.	Penyusunan Standar Teknologi eGovernment<br />
12.	Pengembangan Modul Aplikasi Standard<br />
13.	Strategi Investasi Bidang Teknologi Informasi<br />
14.	Pemberdayaan Sinergi Proses Pengumpulan Data Antar Unit Kerja<br />
15.	Peningkatan Komitmen Pimpinan<br />
16.	Pembentukan Tim Koordinasi Telematika<br />
17.	Pembangunan Knowledge Management System<br />
18.	Penentuan Kebijakan Operasi Sistem e-Government<br />
19.	Fasilitas Layanan Aplikasi Dan Sarana Akses Informasi Bagi Masyarakat<br />
20.	Peraturan Perundangan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=28&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/25/tugas-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matrik Perencanaan Media</title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/19/matrik-perencanaan-media/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/19/matrik-perencanaan-media/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 10:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nartifirsta.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=25&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nartifirsta.files.wordpress.com/2009/06/matrik1.jpg?w=300&#038;h=232" alt="matrik" title="matrik" width="300" height="232" class="alignnone size-medium wp-image-26" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=25&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/19/matrik-perencanaan-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nartifirsta.files.wordpress.com/2009/06/matrik1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">matrik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/17/22/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/17/22/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 15:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nartifirsta.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[PROPOSAL PERENCANAAN DAN PENYUSUNAN PROGRAM MEDIA INFORMASI UNTUK SOSIALISASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 13 TAHUN 2001 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDAFTARAN PENDUDUK ringan Senin, 6 Juli 2Disusun oleh : Nama : SUNARTI NIM : 7800118019 Program Studi : Komunikasi Informasi Publik Konsentrasi Studi : Produksi Media Informasi Publik I. Latar Belakang Administrasi kependudukan merupakan salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=22&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PROPOSAL</p>
<p>PERENCANAAN DAN PENYUSUNAN PROGRAM MEDIA INFORMASI<br />
 UNTUK SOSIALISASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN<br />
 NOMOR 13 TAHUN 2001<br />
TENTANG  PENYELENGGARAAN PENDAFTARAN PENDUDUK</p>
<p>ringan<br />
Senin, 6 Juli 2Disusun oleh :</p>
<p>  	Nama	             :	SUNARTI<br />
	NIM	              :	7800118019<br />
	Program Studi	   : Komunikasi Informasi Publik<br />
	Konsentrasi Studi : Produksi Media Informasi Publik</p>
<p>I.	Latar Belakang<br />
Administrasi kependudukan merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kebijakan Pemerintah akan berhasil dengan baik dan mencapai tujuannya jika suatu daerah telah melaksanakan tertib administrasi kependudukan. Administrasi kependudukan sendiri meliputi dua fungsi yaitu pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil<br />
Dalam perjalanan menuju tertib administrasi kependudukan itu, ternyata masih ditemukan banyaknya permasalahan yang terjadi di masyarakat. Ada yang berasal dari aparat pemerintah ada pula yang berasal dari masyarakat/penduduk. Diantaranya adalah adanya kepemilikan KTP ganda dan banyaknya penduduk yang belum memiliki akte kelahiran.<br />
Kondisi demikian terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah ketidak tahuan masyarakat mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara dan kurangnya informasi mengenai tata cara pengurusan dokumen kependudukan dan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika ingin memiliki identitas kependudukan dimaksud.<br />
Kabupaten Sleman yang merupakan daerah pendidikan berpotensi memiliki mobilitas penduduk relatif tinggi. Sehingga permasalahan administrasi kependudukan menjadi semakin kompleks. Sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu suatu regulasi untuk mendukung pelaksanaan administrasi kependudukan yang lebih memadai, sehingga permasalahan-permasalahan penyelenggaraan pendaftaran penduduk yang timbul dapat diselesaikan dengan baik.<br />
Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor : 13 tahun 2001 tentang penyelenggaraan pendaftaran penduduk ditetapkan untuk menjawab keinginan masyarakat sekaligus untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan karena di dalamnya mengatur hak dan kewajiban penduduk, tata cara, besarnya tarif dan sanksi bagi yang melanggar. Agar masyarakat mengerti dan memahami isi Peraturan Daerah tersebut, dirasa perlu diadakan sosialisasi kepada perangkat desa yang merupakan ujung tombak pelaksanaan tertib administrasi kependudukan.</p>
<p>II.	Tujuan<br />
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor : 13 tahun 2001 ini, antara lain :<br />
a.	Menyampaikan informasi tentang Peraturan Daerah yang mengatur penyelenggaraan pendaftaran penduduk yang lama ( Perda Nomor : 4 tahun 1978 ) sudah tidak berlaku lagi<br />
b.	Memberikan informasi tentang tata cara, besaran biaya dan proses yang harus dilalui untuk memperoleh dokumen kependudukan serta sanksi jika melanggar seperti yang telah ditetapkan dalam Perda Nomor 13 tahun 2001<br />
c.	Mengajak aparat desa yang merupakan ujung tombak pelaksanaan tertib administrasi kependudukan untuk menegakkan peraturan<br />
d.	Memberikan pemahaman kepada perangkat desa untuk menanamkan kesadaran kepada warganya tentang pentingnya administrasi kependudukan<br />
e.	Menyampaikan informasi mengenai hak dan kewajiban masyarakat dalam mewujudkan tertib administrasi dan mengajak turut berperan serta dengan cara memiliki dokumen kependudukan yang benar</p>
<p>III.	Target Khalayak<br />
Sasaran pelaksanaan program sosialisasi adalah kepada pihak-pihak yang merupakan ujung tombak dan komunikan utama, yaitu :<br />
-	Perangkat Desa, yaitu Kepala Padukuhan, Kepala Bagian Umum Pemerintahan Desa, Sekretaris Desa dan Kepala Desa yang merupakan aparat pemerintah yang berhubungan secara langsung dengan masyarakat dan mengetahui kondisi serta permasalahan di lapangan<br />
-	Tokoh Masyarakat, yang merupakan panutan dan diharapkan menjadi leader dalam pelaksanaan tertib administrasi kependudukan. Karena masyarakat kita umumnya akan meniru apa yang dilakukan tokoh panutannya, misalnya dalam hal kepemilikan dokumen kependudukan</p>
<p>IV.	Jenis Pesan<br />
Secara umum Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 13 tahun 2001 mengatur tentang penyelengaraan pendaftaran penduduk dengan pesan pokok antara lain :<br />
-	Kegiatan Pendaftaran Penduduk<br />
Setiap perubahan yang terjadi atas penduduk harus didaftaran kepada lurah/kepala desa setempat (perubahan nama, perubahan agama, mutasi penduduk, perubahan status perkawinan dll)<br />
-	Pencatatan Sipil<br />
	Setiap peristiwa penting harus dibuatkan akta pencatatan sipil (peristiwa kelahiran, kematian, pengangkatan anak, perkawinan dan perceraian )</p>
<p>V.	Jenis Media dan Format penyajian<br />
Dengan mempertimbangkan minat target sasaran, perencanaan sosialisasi Perda Kabupaten Sleman Nomor : 13 Tahun 2001 menetapkan beberapa media yang dianggap efektif mencapai tujuan yaitu :<br />
-	Media tatap muka ( sosialisasi langsung ) dengan format penyajian penyampaian materi oleh narasumber dilanjutkan dengan tanya jawab<br />
-	Menggunakan media radio (PTDI Medari Sleman) dengan asumsi bisa diterima seluruh masyarakat sleman dengan format penyajian dialog interaktif yang memungkinkan adanya interaksi dari masyarakat secara langsung bila ada pertanyaan<br />
-	Melalui Majalah Pemerintah Daerah (Sembada) yang terbit bulanan dan distribusikan sampai ke Pemerintahan Desa format penyajian pengumuman dan artikel.</p>
<p>VI.	Lokasi<br />
	Lokasi untuk melaksanakan sosialisasi perda secara tatap muka adalah di 17 Kecamatan dan bertempat di aula masing-masing kecamatan dan dilaksanakan secara bergiliran dengan mendatangkan narasumber dari instansi terkait, yaitu Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman.</p>
<p>VII.	Waktu Pelaksanaan<br />
a.	Media Tatap Muka Langsung<br />
        &#8211; Dilaksanakan di 17 Kecamatan secara bergiliran dimulai<br />
          tanggal 6 Juli s/d 1 Agustus 2009 masing-masing selama<br />
          2 jam<br />
        &#8211; Narasumber : Kasi Adminduk Kantor Capil Kab. Sleman</p>
<p>b.     Media Elektronik<br />
        Di radio PTDI Medari Sleman dalam dialog interaktif selama<br />
        1 jam<br />
c.     Media Cetak<br />
       &#8211; Leaflet<br />
       &#8211; Majalah Sembada</p>
<p>VIII.	Anggaran<br />
         Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp. 89.950.000,- dengan<br />
         rincian sbb :<br />
         &#8211; Media tatap muka langsung Rp 50.150.000,-<br />
         &#8211; Media Radio                     Rp. 18.000.000,-<br />
         &#8211; Media cetak                     Rp. 21.000.000,-</p>
<p>IX.  Susunan Panita<br />
      Panitia pelaksana dari tim Kantor Capil kabupaten Sleman<br />
      dibantu oleh staf kecamatan seksi pelayanan umum dan<br />
      seksi pemerintahan</p>
<p>X.   Penutup</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=22&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/17/22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/17/18/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/17/18/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 15:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nartifirsta.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=18&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=18&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/17/18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UAS Riset Media</title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/17/uas-riset-media/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/17/uas-riset-media/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 22:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nartifirsta.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Tinjauan atas Kasus Manohara Odelia Pinot PERNIKAHAN DUA NEGARA, ANTARA KEBAHAGIAAN PRIBADI DAN PERSOALAN BANGSA Oleh : Sunarti, Mahasiswa D.II Produksi Media “…saya selalu mendapat perlakuan kasar dari suami.” Begitulah sepenggal kalimat yang diucapkan Manohara di salah satu tayangan infotainment. Saya menderita lahir batin, tambahnya lagi membuat siapa saja yang menyaksikan tayangan itu serentak bersimpati. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=15&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tinjauan atas Kasus Manohara Odelia Pinot</p>
<p>PERNIKAHAN DUA NEGARA,<br />
ANTARA KEBAHAGIAAN PRIBADI DAN PERSOALAN BANGSA<br />
Oleh : Sunarti, Mahasiswa D.II Produksi Media</p>
<p>“…saya selalu mendapat perlakuan kasar dari suami.” Begitulah sepenggal kalimat yang diucapkan Manohara di salah satu tayangan infotainment. Saya menderita lahir batin, tambahnya lagi membuat siapa saja yang menyaksikan tayangan itu serentak bersimpati. Dengan wajah cantik dan innocent-nya tidak sulit bagi Manohara untuk mendapatkan simpati publik apalagi ketika ditambahkan dengan kata-kata yang mengundang iba dan belas kasihan. Hari-hari selanjutnya Televisi dan media-media lain di tanah air selalu mem blow-up dan mengeksploitasi apa saja yang berhubungan dengan Manohara. Mengapa kasus ini berkembang demikian cepat dari konflik rumah tangga menjadi kasus besar yang manyangkut dua negara? Situasi inilah yang menyebabkan penulis mengambil topik permasalahan dan mencoba untuk melihat lebih dekat.<br />
Kekerasan Dalam Rumah Tangga memang mendapat perhatian serius dari Pemerintah dengan diterbitkannya UU No. 23 tahun 2004 mengenai Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Kasus itu juga banyak dialami oleh orang lain, tetapi menjadi berbeda dan terkesan ”luar biasa” karena campur tangan media. Sumber : Rogers &amp; Dearing “Agenda-setting research : Where has it been, where is it going ? “ (1988) menyatakan bahwa bicara soal pemberitaan media massa tidak bisa mengabaikan apa yang disebut agenda setting dan mau tidak mau harus memperhitungkan agenda media massa. Teori Agenda Setting berangkat dari asumsi dasar bahwa setiap media punya ‘agenda’ dan ditawarkan kepada khalayak sebagai sesuatu yang penting. Semakin besar ‘sesuatu’ diblowup dalam berita maka semakin ‘besar’ atau ‘penting’ wacana yang coba ditawarkan. Agenda setting merupakan salah satu pendekatan untuk memahami isi dari fokus media massa akan informasi. Selanjutnya dengan banyaknya media yang mengekspos kasusnya dan menjadikannya headline / topik utama menyebabkan opini publik terbentuk dan mempengaruhi agenda setting mereka. Dan akhirnya bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah. Lalu apa alasan media memilih Manohara menjadi objek eksploitasi? </p>
<p>Manohara dan hubungan dua Negara</p>
<p>Hubungan Indonesia – Malaysia pernah mengalami keharmonisan. Kesamaan rumpun dan budaya menjadikan kedua Negara seperti abang-adik. Dari segi hiburan hasil kerjasama antara Indonesia dan Malaysia di era akhir 80-an, yakni Titian Muhibah. Acara yang menyajikan berbagai pertunjukan, mulai musik hingga kesenian tradisional yang digilir antara Malaysia dan Indonesia, dan disiarkan oleh TVRI dan RTM (Radio Televisyen Malaysia). Bintang-bintang Indonesia dan Malaysia bersama menjalin keakraban meski lewat teleconference serta diadakan di studio yang berbeda karena jarak dan terpisah samudera.<br />
Hingga saat ini banyak artis dan lagu-lagu Indonesia yang digandrungi oleh masyarakat Malaysia. Sebaliknya artis-artis Malaysia pun banyak yang tampil di Indonesia. Bahkan ada beberapa diantaranya yang menjalin hubungan dan menikah walaupun beda kewarganegaraan. Yang masih segar dalam ingatan kita adalah pasangan “BCL dan Ashraff Sinclair”.<br />
Namun, ditengah keharmonisan itu ditemukan juga beberapa kasus yang menuju ke arah konflik, antara lain :<br />
a.	Konflik perbatasan yang mengakibatkan Pulau Sipadan dan Ligitan jatuh ke dalam wilayah Malaysia<br />
b.	Pengakuan atas kebudayaan Reog Ponorogo dan lagu rasa sayang-sayange yang diklaim merupakan kebudayaan asli Malaysia<br />
c.	Banyaknya TKI yang mendapat perlakuan buruk selama bekerja di Malaysia<br />
d.	Yang masih hangat adalah kasus Ambalat</p>
<p>Manohara dan Infotainment</p>
<p>Diantara deraian air matanya, Manohara tetap terlihat cantik dan mempesona. Dengan tubuh proporsional dan “sadar kamera” yang dimilikinya sepertinya ia sudah siap dijadikan selebritis papan atas. Tak heran jika kemanapun pergi, wartawan selalu mengikuti terutama wartawan hiburan dan infotainment. Berita tentang Manohara memiliki nilai jual yang luar biasa, bahkan jika dibandingkan dengan hiruk pikuk pelaksanaan Pilpres maupun kasus-kasus lain yang terjadi di tanah air. Kesibukannya melayani wartawan menyebabkan beberapa pembela yang sebelumnya bersimpati meninggalkannya. Tapi, kasus terus berjalan dan Manohara dengan cepat mendapatkan pengganti.<br />
Berita mengenai Manohara selalu ditunggu-tunggu, segala sesuatu yang berhubungan dengannya seolah menarik dan seolah harus diikuti. Masyarakat tanpa sadar telah terbius oleh pengaruh media. Berita lain tentang Manohara adalah bahwa ia mendapatkan tawaran kontrak eksklusif dari sebuah Production House. Itu pun menjadi berita yang sangat fantastis, Manohara menjadi terkenal, media memperoleh keuntungan dari pemberitaan itu dan keingintahuan masyarakat terpenuhi. Sempurna dan adil, lalu siapa yang dirugikan?<br />
Dibalik simpati dan iba yang diperolehnya, ada sebagian kelompok juga menganggap Manohara mencari sensasi. Dengan pemberitaan yang terus menerus ia telah memperoleh nama besar yang memudahkan langkahnya menuju popularitas. Anggapan miring lainnya adalah mengapa ditengah kemelut  yang belum selesai itu ia menerima beragam tawaran. Bukankah tujuan utamanya adalah memperjuangkan kebenaran dan mendapatkan kemerdekaan dari pengaruh kerajaan Kelantan? </p>
<p>Kasus Manohara terjadi ditengah menghangatnya hubungan RI-Malaysia  di Ambalat. Yang harus menjadi perhatian adalah komentar-komentar yang dikeluarkan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan melalui media apalagi dengan tidak adanya bukti. Kekhawatiran sebagian pihak lainnya komentar-komentar itu semakin merenggangkan hubungan kedua bangsa yang bisa saja berpengaruh terhadap keamanan wilayah. Ini hanya persoalan keluarga, jangan dicampuradukkan dengan persoalan negara. Jangan dibiaskan juga dengan persoalan kebangsaan lain seperti TKI dan perebutan pulau.</p>
<p>Kesimpulannya</p>
<p>1.	Kasus Manohara konflik keluarga yang berbeda latar belakang kebudayaan, menjadi kasus besar karena pemberitaan media<br />
2.	Media menganggap Manohara laku dijual dan menjadikannya agenda media, yang mempengaruhi agenda setting publik.<br />
3.	Siapapun Manohara, saat ini telah mendapatkan popularitas terlepas dari benar tidaknya fakta yang dibawanya.<br />
4.	Harapan kita, Pemerintah bijak menanggapi masalah ini jangan sampai mengakibatkan konflik kedua negara</p>
<p>Sumber :<br />
-	http://www.liputan6.com<br />
-	http://www.detiknews.com<br />
-	http://internasional.kompas.com </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=15&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/06/17/uas-riset-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUGAS RISET MEDIA</title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/05/22/tugas-riset-media/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/05/22/tugas-riset-media/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 09:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nartifirsta.wordpress.com/2009/05/22/tugas-riset-media/</guid>
		<description><![CDATA[INTERNET DAN DAYA MAGISNYA Oleh: Sunarti, Mahasiswa D.II Promed Tak bisa dipungkiri lagi, kehadiran internet dalam kehidupan manusia mampu menyihir dan mempengaruhi setiap sendi kehidupan. Mulai dari sendi ekonomi, interaksi sosial bahkan gaya hidup seolah terkena ”mantra” dan berada dibawah kekuasaannya. Melalui internet segala hal yang kita inginkan dapat diperoleh, tentunya dengan konsekuensi atau resiko [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=14&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>INTERNET DAN DAYA MAGISNYA<br />
Oleh: Sunarti, Mahasiswa D.II Promed</p>
<p>Tak bisa dipungkiri lagi, kehadiran internet dalam kehidupan manusia mampu menyihir dan mempengaruhi setiap sendi kehidupan. Mulai dari sendi ekonomi, interaksi sosial bahkan gaya hidup seolah terkena ”mantra” dan berada dibawah kekuasaannya. Melalui internet segala hal yang kita inginkan dapat diperoleh, tentunya  dengan konsekuensi atau resiko yang harus ditanggung. Untuk mendaftarkan diri misalnya kita harus rela memberikan informasi mengenai identitas dan mengikuti setiap aturan main. Dan sebagai imbalannya berbagai kemudahan akan kita peroleh karena telah tersedia fasilitas-fasilitas yang bisa kita pilih.</p>
<p>Internet bahkan seolah meniadakan batas ruang dan waktu. Dengan kemajuan teknologi kita sudah bisa memperoleh informasi dari belahan dunia lain pada saat yang sama. Dengan kondisi seperti itu mungkin kita harus meninjau kembali ungkapan ”dunia tak selebar daun kelor” yang pernah akrab dengan telinga kita selama ini. Dunia saat ini memang terasa begitu sempit dengan adanya internet.</p>
<p>Sendi ekonomi<br />
Pengakuan seorang ”Danni Ashe”, yang memperoleh uang milyaran dari bisnis hiburan orang dewasa dengan memanfaatkan fasilitas internet tentu memberikan inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Memang diperlukan kreativitas dan ide cemerlang serta pengetahuan pemanfaatan teknologi untuk bisa mewujudkannya. Namun setidaknya peluang telah disediakan bagi siapa saja tanpa persyaratan khusus bahkan untuk para penderita cacat sekalipun. Kenyataan ini tentu membuat banyak orang tergiur sehingga seolah-olah terhipnotis untuk ikut serta coba-coba. Dan saat ini mungkin sudah banyak ”Danni Ashe” lainnya yang telah memperoleh penghasilan fantastis dalam bisnis internet.<br />
Tidak jauh berbeda dengan kesuksesan Danni Ashe, melalui fasilitas internet pula berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan yang dikenal dengan nama e-commerce. Dan ternyata banyak yang telah sukses dengan hasil gemilang.<br />
Ada beberapa keuntungan yang diperoleh konsumen dengan melakukan transaksi secara e-commerce antara lain :<br />
•	Bisa memperoleh barang yang kita inginkan melalui pesan antar, sehingga kita akan lebih menghemat waktu dan biaya (bagi orang yang bisa mengendalikan diri dan tidak terpengaruh iklan).<br />
•	Pekerjaan yang sedang kita lakukan tidak akan terganggu karena harus ditinggal pergi mencari keperluan yang lain.<br />
•	Mengurangi kemacetan karena tidak menambah jumlah pengguna jalan dan secara tidak langsung akan mengurangi pula polusi udara</p>
<p>Interaksi sosial<br />
Fasilitas lain yang ditawarkan internet adalah adanya jejaring sosial, yang memungkinkan kita untuk berinteraksi dan membangun komunitas. Baik dengan orang yang belum kita kenal, orang yang pernah kita kenal dan orang yang menjadi rekanan kita saat ini. Salah satunya adalah ”facebook”.<br />
Fasilitas ini pun mempengaruhi begitu banyak orang di seluruh dunia hingga terkadang mengganggu aktivitas lain yang lebih penting. Demam ”facebook” melanda berbagai belahan dunia dan lagi-lagi menghipnotis kehidupan manusia tanpa pandang usia. Dari kalangan remaja, anak-anak bahkan ada pula yang sudah berusia lanjut.<br />
Berinteraksi melalui dunia maya memang mengasyikkan, namun dirasa mengkhawatirkan jika kemudian mengakibatkan hilangnya kesempatan untuk berinteraksi sosial secara langsung dengan orang-orang di sekitar kita. Betapa menyedihkan jika pada suatu saat kita tidak mengetahui kejadian disekitar kita, namun justru mengetahui kejadian di tempat lain yang teramat jauh.</p>
<p>Gaya hidup<br />
Kemajuan teknologi dalam bentuk internet juga mempengaruhi gaya hidup. Orang tidak memanfaatkan teknologi berdasarkan kebutuhan tetapi lebih cenderung mengikuti trend atau ikut-ikutan. Ada pula alasan tidak ingin di cap ”gaptek” oleh komunitasnya, sehingga terkesan memaksakan diri walaupun belum mampu.<br />
Sejak pagi bangun tidur hingga malam menjelang tidur, seolah-olah kita tak bisa lepas dari teknologi. Benarkah?</p>
<p>Apapun dan bagaimanapun keadaannya, internet telah menjadi bagian dari hidup kita dan menguasai berbagai sendi kehidupan. Tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti tuntutan atau kemajuan teknologi ini, namun alangkah lebih bijaksana jika kita pun membentengi diri dan tidak terjebak oleh situasi yang nantinya akan merugikan diri kita sendiri, mungkin bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:<br />
- Tetaplah menjadi diri sendiri dan jangan mudah terpengaruh oleh tawaran-tawaran yang menggiurkan<br />
- Manfaatkan internet untuk mempermudah pekerjaan dan memperoleh informasi yang diperlukan saja<br />
- Hindari ”rasa kecanduan” dan janganlah biarkan diri anda dimanfaatkan!!</p>
<p>Selamat Berkarya!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=14&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/05/22/tugas-riset-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tulisan Berikutnya</title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/05/20/6/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/05/20/6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 04:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nartifirsta.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=6&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_5" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-5" title="img_0299" src="http://nartifirsta.files.wordpress.com/2009/04/img_0299.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Persahabatan" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Persahabatan</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=6&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/05/20/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nartifirsta.files.wordpress.com/2009/04/img_0299.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">img_0299</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Streaming</title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/04/28/streaming/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/04/28/streaming/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 04:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nartifirsta.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Streaming : Membuat File Yang Besar Serasa Kecil Selasa, 30 September 2008 01:15:41 &#8211; oleh : ancipunya Apa sih yang dimaksud dengan streaming tersebut?  Jika kita membuka kamus, maka streaming bisa berarti pengaliran atau mengalirkan. Dalam dunia Internet, streaming lebih mengacu kepada sebuah teknologi yang mampu mengkompresi atau menyusutkan ukuran file audio dan video agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=3&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:justify;"><span class="judul"><span style="font-family:&quot;">Streaming : Membuat File Yang Besar Serasa Kecil</span></span><span style="font-family:&quot;"></span></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Selasa, </span><span style="font-family:&quot;">30  September 2008</span><span style="font-family:&quot;"> </span><span style="font-family:&quot;">01:15:41</span><span style="font-family:&quot;"> &#8211; oleh : ancipunya</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Apa sih yang dimaksud dengan streaming tersebut?  Jika kita membuka kamus, maka streaming bisa berarti pengaliran atau mengalirkan. Dalam dunia Internet, streaming lebih mengacu kepada sebuah teknologi yang mampu mengkompresi atau menyusutkan ukuran file audio dan video agar mudah ditransfer melalui jaringan Internet. Pentransferan file audio dan video tersebut dilakukan secara &#8220;stream&#8221;, alias terus-menerus. Dari sudut pandang prosesnya, streaming berarti sebuah teknologi pengiriman file dari server ke client melalui jaringan packet-based semisal Internet. File tersebut berupa serangkaian paket time-stamped yang disebut stream.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sedangkan dari sudut pandang pengguna, streaming adalah teknologi yang memungkinkan suatu file dapat segera dijalankan tanpa harus menunggu selesai didownload seluruhnya dan terus &#8220;mengalir&#8221; tanpa ada interupsi. Memang, sebelum teknologi streaming tersebut diperkenalkan secara luas, kita harus men-download secara utuh file audio atau video sebelum dapat kita dengar atau tonton di komputer kita. Untuk mendownload file tersebut hingga selesai tentu saja memerlukan waktu yang cukup banyak. Sekedar contoh, jika sebuah file video besarnya adalah 10 Mb, maka kita kita memerlukan sekitar 15 menit jika menggunakan akses Internet dengan kecepatan 56 KBps.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Padahal, menurut beberapa survey, batas kesabaran rata-rata pengguna Internet untuk menunggu ditayangkannya sesuatu yang diakses hanyalah 8 detik saja. Lebih dari itu, mereka akan meninggalkan situs tersebut. Pada Februari 1999, Lucasfilm meluncurkan potongan film (trailer) Star Wars di situsnya. Besar file trailer tersebut adalah 50 Mb! Trafik dan antrian pendownload saat itu benar-benar sangat tinggi hingga 48 jam ke depan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sayangnya, file tersebut belum menggunakan teknologi streaming, sehingga kebanyakan orang yang tidak dapat men-download secara sempurna file tersebut dan akhirnya sama sekali tidak dapat menikmati trailer tersebut. Kini dengan semakin luasnya penggunaan teknologi streaming, maka kendala-kendala tersebut di atas sudah dapat diatasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sebenarnya file apa saja sih yang bisa di-streaming-kan? Semua jenis file sebenarnya bisa. Baik file audio, video, image, text, data 3D, software, dan sebagainya. Tetapi streaming sejatinya lebih mengacu kepada time-based media, khususnya audio dan video, yang harus dapat dinikmati sesegera mungkin dan pada berdasarkan pewaktuan yang tepat, karena untuk dapat menikmati lagu atau film, haruslah dimainkan secara berurutan dari awal hingga akhir (sequensial) tanpa terputus-putus (uninterrupted). Salah satu aplikasi yang sangat akrab dengan teknologi streaming adalah aplikasi Internet broadcasting, yaitu penyiaran audio ataupun video yang berbasis Internet Protocol (IP).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">Internet Broadcasting.</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Penggunaan teknologi streaming pada Internet broadcasting ini memungkinkan sebuah stasiun radio atau televisi melakukan siarannya menggunakan jalur Internet. Sebenarnya ada dua jenis layanan yang dapat disuguhkan oleh Internet broadcasting ini, yaitu on-demand dan live. Untuk yang on-demand, biasanya adalah broadcasting yang menyiarkan file media yang telah direkam sebelumnya. Stasiun televisi </span><span style="font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;"> yang sudah menggunakan teknologi Internet broadcasting on-demand adalah SCTV. SCTV menyediakan siaran ulang acara berita Liputan 6 yang dapat disaksikan di situs http://www.liputan6.com. Untuk stasiun radio yang on-demand misalnya siaran radio BBC edisi bahasa Indonesia yang dapat didengar di situs http://www.bbc.co.uk/indonesian.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sedangkan Internet broadcasting yang live, atau biasa dikenal pula dengan istilah livecasting, menyiarkan suatu file media saat itu juga ketika suatu kejadian tengah berlangsung (real time). Salah satu stasiun radio </span><span style="font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;"> yang menggunakan teknologi livecasting ini misalnya radio Elshinta Jakarta, yang siarannya dapat didengar melalui situs pnm://elshinta.indosat.net.id/live.ra. Sedangkan untuk stasiun televisi di </span><span style="font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;">, belum ada yang melakukan livecasting, kecuali untuk satu-dua acara tertentu saja yang sifatnya insidentil. Masalah utamanya adalah pada kesiapan infrastruktur Internet di Indonesia, karena livecasting ini memerlukan jaringan Internet dengan bandwidth dan kecepatan yang memadai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Di luar negeri, khususnya di Amerika, livecasting ini bahkan sudah menjadi satu industri hiburan tersendiri. Misalnya seperti yang ditawarkan oleh situs http://www.liveconcerts.com dan www.liveonthenet.com.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Secara teknis, Internet broadcasting yang menggunakan teknologi streaming ini terbagi atas dua jenis, yaitu unicasting dan multicasting. Terkadang kita rancu antara istilah broadcasting, unicasting dan multicasting.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Broadcasting dalam keseharian (non Internet) sebenarnya adalah proses pengiriman data dari satu titik ke banyak titik, seperti kita mengirimkan sebuah e-mail ke mailing-list, setiap titik (anggota mailing-list) mau tidak mau akan menerima e-mail kita. Proses broadcasting ini berlaku pada pemancaran siaran radio atau televisi melalui gelombang udara (frekuensi) tertentu yang sebenarnya semua frekuensi tersebut diterima oleh antena pesawat penerima kita. Tinggal kita memilih frekuensi mana yang akan kita dengarkan (tuning).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sedangkan unicasting adalah proses pengiriman data dari satu titik ke satu titik yang lainnya, dan non real time sebagaimana layaknya layanan dasar berbasis IP. Proses unicasting seperti kita mengirimkan e-mail yang isinya sama secara satu per satu ke rekan kita. Dengan unicasting, sebuah file media yang telah dibuat, kita simpan dahulu di sebuah media penyimpanan. Jika ada pengguna Internet yang ingin menikmati file media tersebut, maka file tersebut akan di-streaming-kan terlebih dahulu oleh sebuah streaming server sebelum disajikan ke komputer pengguna tersebut. Proses penyampaian file media dari media penyimpanan hingga ke komputer pengguna tersebut terjadi berulang-ulang, tergantung berapa banyak orang yang ingin menikmati file tersebut. Untuk itulah maka unicast cocok untuk Internet broadcasting yang non real time dan on-demand.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Lalu multicasting adalah proses pengiriman data dari satu titik ke banyak titik yang merupakan bagian dari satu grup tertentu dan yang memang menginginkan data tersebut, seperti apabila kita mengirimkan sebuah e-mail ke suatu mailing-list kelompok kerja yang terbatas. Multicasting ini real time dan saling berbagi rute antar titik untuk menuju ke titik tujuan yang beragam tersebut. Dengan multicasting, file media yang tengah kita buat langsung dibawa ke streaming server untuk di-streaming-kan dan hasilnya langsung disalurkan saat itu juga ke satu titik tertentu untuk disebarkan. Proses penyampaian file media dari proses pembuatan hingga ke komputer pengguna tersebut hanya terjadi sekali saja, yaitu saat file media tersebut dibuat untuk pertama kalinya. Untuk itulah maka multicast cocok untuk Internet broadcasting yang real time dan live (livecasting).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">Streaming Interaktif.</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Streaming interaktif adalah hal yang terus menjadi perhatian dan dikembangkan oleh industri Internet. Pasalnya, streaming interaktif tersebut meningkatkan keterlibatan pengguna Internet dalam berkomunikasi dengan pengguna Internet lainnya. Apa sebenarnya streaming interaktif tersebut? Jika kita menggunakan teknologi Internet broadcasting, unicast (on-demand / non real time) maupun multicast (live / real time), kita hanya dapat duduk, menyaksikan dan mendengarkan saja di depan monitor kita. Internet broadcasting sama seperti apabila kita menonton TV atau mendengarkan radio yang merupakan komunikasi satu arah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dengan streaming interaktif, kedua belah pihak dapat sama-sama menerima dan mengirimkan informasi pada saat yang bersamaan (real time dan live) tanpa harus disimpan dahulu ke media penyimpanan atau dibawa ke streaming server. Kedua belah pihak yang melakukan streaming interaktif tersebut tidak harus sama-sama menggunakan gambar dan suara seperti Internet video conference. Bisa jadi hanya satu pihak yang menyiarkan gambar dan suara, sedangkan pihak yang lainnya hanya merespon atau menjawab melalui suara ataupun teks biasa yang diketikkan. Software semisal ICQ dan Yahoo! Messenger adalah aplikasi chat yang berbasis pada teks streaming.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Streaming interaktif sendiri terdiri atas 2 jenis, yaitu two-way dan multi-directional. Untuk two-way adalah interaksi 1-to-1 melalui Internet. Pasca kejadian teroris 11 September 2001 di </span><span style="font-family:&quot;">New York</span><span style="font-family:&quot;"> dan </span><span style="font-family:&quot;">Washington</span><span style="font-family:&quot;">, banyak para pebisnis yang memasang Internet video conference di kantornya untuk menyelenggarakan rapat dengan kantor lainnya di tempat yang jauh terpisah. Hal tersebut tentunya merupakan penghematan waktu dan biaya perjalanan. Mark Plus Indonesia juga kerap melakukan Internet video conference dengan pakar marketing di luar negeri ketika mengadakan seminar-seminar marketing.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sedangkan multi-directional, adalah interaksi one-to-many atau many-to-many. Contohnya adalah semisal tayangan debat politik melalui Internet broadcasting yang memungkinkan para pemirsanya pada saat itu secara langsung dapat mengajukan pertanyaan melalui audio ataupun teks. Ketika peluncuran situs Liputan6.com beberapa tahun silam, diadakan diskusi mengenai media </span><span style="font-family:&quot;">massa</span><span style="font-family:&quot;"> berbasis Internet yang menghadirkan beberapa pemimpin redaksi. Diskusi tersebut di-streaming-kan dan disiarkan secara live dan real-time melalui situs Liputan6.com tersebut. </span><span style="font-family:&quot;">Para</span><span style="font-family:&quot;"> pemirsa diskusi tersebut dapat mengajukan pertanyaan maupun komentar kepada para </span><span style="font-family:&quot;">nara</span><span style="font-family:&quot;"> sumber diskusi tersebut melalui teks di chat room yang disediakan oleh pihak SCTV.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">Format Streaming.</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Hingga kini setidaknya ada tiga jenis format streaming yang banyak digunakan di situs-situs Internet. Format tersebut adalah keluaran Real Media (.rm / .ra / .ram), Windows Media (.asf / .wmf / .asx) dan QuickTime (.mov). Masing-masing format tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri-sendiri. Format Real Media dan Windows Media sangat handal di proses streaming, tetapi tidak terlalu handal untuk proses editing dan playback lokal. Sedangkan format QuickTime rata-rata cukup handal untuk proses streaming, editing dan playback lokal. Untuk diketahui, QuickTime merupakan format streaming yang paling lama umurnya, yaitu sejak 1991.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Ketiga format tersebut membutuhkan semacam player atau plug-in yang terinstal di komputer client agar dapat menikmati streaming yang ditawarkan suatu situs. Tentu saja, ketiga format tersebut tidak saling kompatibel dengan player yang bukan peruntukkannya. Biasanya di sebuah komputer akan terinstal tiga player sekaligus, karena setiap situs di Internet belum tentu memilih format streaming yang digunakannya. Untuk player Real Player, bisa di download di http://www.real.com/player, Windows Media di http://www.windows media.com dan QuickTime di http://www.apple.com/quicktime.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">CODEC.</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CODEC adalah kependekan dari compression/decompression. Codec, dalam konteks streaming, adalah suatu metode atau algoritma yang terdapat pada sebuah streaming player yang fungsinya adalah untuk melakukan proses pengkompresan dan pengdekompresan file media streaming. Bayangkanlah sebuah file media (audio atau video) bagaikan sepotong roti. Volume roti tersebut tentunya banyak memakan tempat, karena ciri fisik dari roti tersebut tidaklah padat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Jika kita meremas roti tersebut, maka berat atau isi dari roti tersebut tetaplah sama, tetapi  volumenya telah banyak berkurang. Fungsi CODEC pada file media tidak jauh berbeda dengan proses peremasan pada roti tersebut. CODEC meremas (mengkompresi) file media tersebut agar ukurannya dapat diperkecil, lalu file tersebut distreaming dan dibroadcast melalui Internet. Setelah sampai ke komputer client, file tersebut kemudian didekompres ke ukuran asal untuk dapat didengarkan atau ditonton. Proses ini memungkinkan kita untuk dapat menikmati media streaming dengan lebih cepat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Ilmu CODEC adalah sebuah seni digital. Banyak hal yang harus dipertimbangkan jika kita ingin melakukan proses kompresi-dekompresi file media. Sekedar contoh, semakin besar file media kita, maka akan semakin besar pula ukuran file tersebut. Semakin kita melakukan kompresi file tersebut, maka akan semakin berkurang pula kualitas file tersebut ketika dinikmati kembali. Untuk file video, semakin sedikit kecil kita menentukan frame per second (fps), maka gambar yang dihasilkan akan patah-patah. Untuk mengatasi hal tersebut, maka kita akan sering temui bahwa ukuran layar video streaming relatif lebih kecil ketimbang ukuran monitor kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Hal tersebut adalah untuk mengimbangi dengan kompresi yang dilakukan dengan kualitas video yang dihasilkan agar tidak patah-patah. Sekedar informasi, Windows media menggunakan varian dari MP4 Codec, Real Network menggunakan Intel based Codec dan QuickTime menggunakan Sorenson based Codec. Masih banyak CODEC lain yang dimiliki dan digunakan oleh pihak-pihak tertentu. Pada Agustus 1999, kode MPEG-4 (MP4) menjadi open source. MP4 tersebut pada awalnya digunakan untuk melakukan ripping (pengkopian) DVD, karena merupakan CODEC yang fleksibel dengan teknik kompresi yang handal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">Bandwidth.</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Bagi dunia percaturan streaming, bandwidth merupakan raja yang memegang peran kunci. Pasalnya, agar sebuah file media yang di-streaming dan di-broadcast dapat kita nikmati sebagaimana mestinya, akses Internet kita haruslah memiliki bandwidth yang memadai. Bukan sekedar dari tipe akses yang kita gunakan, apakah 56,6 Kbps, leased line ataupun Internet cable, tapi juga bandwidth antara Internet Service Provider (ISP) kita ke server streaming yang kita tuju. Anggaplah ukuran awal sebuah file video per frame-nya adalah sebesar 75 Kb. File tersebut  berhasil dikompresi hingga 25 Kb.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Jika akses Internet kita hanya 56,6 Kbps, maka kita hanya dapat menikmati 2 frame per detik (frames per second &#8211; fps). Tetapi 56,6 Kbps itu adalah kondisi ideal. Seringkali yang kita dapatkan ternyata di bawah itu. Sehingga kita hanya bisa menikmati 1 fps saja. 1 fps dengan kualitas yang sudah direduksi sebesar 50 Kb, mungkin tidak akan menghasilkan kualitas gambar yang kita harapkan. Itulah mengapa dalam bisnis streaming, bandwidth adalah raja. Dari sisi kita pengguna Internet, tidak mudah mendapatkan kepuasan menikmati streaming yang berkualitas apabila bandwidth dan kecepatan akses Internet kita kecil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dari sisi penyedia hiburan berbasis streaming, tentu memerlukan dana yang cukup besar untuk menyewa bandwidth. Karena baik untuk unicast maupun multicast, keduanya membutuhkan bandwidth yang besar, tergantung kepada besarnya file media yang di-streaming dan di-broadcast serta banyaknya titik yang dituju. Data yang ditransmisikan dari server kita ke Internet bisa ratusan Mbps. Semakin besar Mbps-nya, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan.</p>
<p><strong><em><span style="font-family:&quot;">Penulis adalah Koordinator ICT Watch dan jurnalis TI independen. Dapat dihubungi melalui e-mail donnybu@ictwatch.com. </span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=3&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/04/28/streaming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/04/23/hello-world/</link>
		<comments>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/04/23/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 02:46:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nartifirsta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=1&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nartifirsta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nartifirsta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nartifirsta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nartifirsta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nartifirsta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nartifirsta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nartifirsta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nartifirsta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nartifirsta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nartifirsta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nartifirsta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nartifirsta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nartifirsta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nartifirsta.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nartifirsta.wordpress.com&amp;blog=7469159&amp;post=1&amp;subd=nartifirsta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nartifirsta.wordpress.com/2009/04/23/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f611d993d5a2bddbf42bdfc1de7f5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nartifirsta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
