TELEVISI DAN MEDIA INFORMASI PUBLIK.
A. Definisi dan ruang lingkup Televisi
Ada dua objek yang menjadi tinjauan penulis pada kesempatan ini, yaitu Televisi dan Media Informasi Publik. Definisi Televisi sendiri adalah : media komunikasi yang mentransmisikan gambar dan suara (Ikjeld: 2004), sedangkan menurut Wikipedia, 2005 Televisi adalah sistem telekomunikasi untuk penyiaran dan penerimaan gambar dan suara dari jauh.
Dibandingkan media-media yang lain, baik media elektronik, media massa maupun media online, televisi tergolong yang paling banyak diminati. Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2004 ada 65 persen lebih rumah tangga pemilik televisi di Indonesia. Suatu jumlah yang mengagumkan ditengah situasi perekonomian yang sulit ini. Coba bandingkan dengan produk budaya lain, seperti buku, si ”tabung ajaib” lebih digandrungi. Hiburan yang disajikan mampu menarik mayoritas penduduk untuk menekuni tayangan televisi dalam kegiatannya sehari-hari. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006, lebih tiga perempat (86%) dari seluruh penduduk usia 10 tahun ke atas di Indonesia memiliki aktivitas rutin mengikuti acara televisi dalam seminggu.
Situasi yang agak menyimpang namun perlu menjadi catatan adalah perbandingan kepemilikan televisi dengan kondisi lingkungan. Di sebagian besar wilayah Indonesia masih ditemukan lingkungan kurang sehat, yang antara lain ditandai dengan rendahnya jumlah rumah tangga yang memiliki fasilitas air minum yaitu hanya 51,60 % (64,48 % di perkotaan dan 43,25% di perdesaan); dan rendahnya kepemilikan jamban (hanya 8,6 % rumah tangga yang memiliki jamban, yaitu 13,6 % di perkotaan dan 8,6 % di perdesaan).*
Awal kehadiran Televisi sebagai media massa memiliki tiga fungsi yaitu: fungsi hiburan, informasi dan pendidikan. Dengan porsi tayangan yang di harapkan berimbang, Namun dalam perkembangannya terutama setelah lahirnya televisi-televisi swasta porsi tayangan menjadi berubah. Fungsi hiburan menjadi dominan karena lebih banyak mendatangkan iklan yang merupakan nyawa bagi kelangsungan hidup suatau stasiun televisi. Lalu bagaimana dengan dua fungsi lainnya, yaitu fungsi informasi dan pendidikan?
Fungsi informasi porsinya tidak terlalu jauh berbeda dengan fungsi hiburan, karena tayangan iklan pun bisa dikategorikan sebagai informasi. Namun, yang dimaksud dengan informasi adalah yang berhubungan dengan suatu berita, keadaan, situasi yang terjadi maupun penyelenggaraan suatu kegiatan. Dengan kemasan yang berbeda-beda setiap stasiun televisi menghadirkan tayangan informasi, baik dalam bentuk warta berita, talkshow, perbincangan dan lain-lain.
Yang sangat memprihatinkan adalah fungsi pendidikan. Pada awal kehadirannya, Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) cukup intens mengemas tayangan-tayangan bertema pendidikan. Namun, ternyata hanya berlangsung beberapa saat, karena saat ini TPI lebih dikenal dengan tayangan-tayangan dangdut dan film india.
B. Definisi Media Informasi Publik
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, media yaitu alat atau sarana komunikasi, sedangkan informasi publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola dan/atau dikirim/diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan undang-undang serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.
C. Melihat Televisi lebih dekat
Sebagai produk teknologi tinggi, televisi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan dunia. Dengan sendirinya kita tidak bisa membendung dan menghambat kehadirannya. Walaupun ada begitu banyak pendapat mengenai dampak negatifnya, televisi tetaplah menjadi pilihan utama sebagai sarana hiburan yang murah dan mudah dinikmati.
Dampak negatif yang ditimbulkan televisi antara lain :
a. Pembentukan Sikap
- Meningkatkan sikap konsumerisme
Iklan yang menawarkan berbagai macam produk dengan beragam kemasan yang bersifat persuasif amat menggoda pemirsa televisi.
- Ingin mendapatkan sesuatu selekas mungkin
Menumbuhkan sikap yang tidak menghargai proses, mendapatkan sesuatu tanpa perjuangan. Biasanya dipengaruhi tayangan sinetron
- Menumbuhkan sikap narkotization atau ketergantungan
Ada banyak pilihan hiburan yang ditawarkan oleh setiap stasiun televisi, baik berupa sinetron, telenovela maupun reality show. Tayangan-tayangan itu dikemas dengan apik oleh tim kreatif sehingga menimbulkan ketergantungan dan menjerat penonton untuk tidak mengalihkan perhatian.
- Menciptakan agenda setting bagi penonton. Secara jelas terlihat ketika telenovela menjadi favorit, hampir setiap sore lingkungan sekitar perumahan yang sebelumnya ramai menjadi lengang karena sebagian besar penghuninya menikmati tayangan di rumah masing-masing. Dampak negatif yang ditimbulkan pada saat itu adalah kurangnya interaksi dengan lingkungan.
b. Pembentukan Perilaku
- Peniruan perbuatan kekerasan
Menurut kalangan pendidik, psikolog dan pemimpin agama banyaknya tayangan yang berbau kekerasan merupakan penyebab terjadinya beragam kasus kejahatan yang terjadi di masyarakat karena kecenderungan meniru
Disamping dampak negatif, televisi juga memiliki banyak manfaat antara lain adalah :
- Membantu memahami dunia sekitar, Televisi memberikan informasi seputar kehidupan ini terutama lingkungan sekitar, baik yang dekat maupun jauh. Itulah sebabnya televisi dijuluki sebagai jendela dunia.
- Memperkaya pengalaman hidup, Televisi memungkinkan penonton mengalami berbagai hal tanpa harus merasakannya sendiri. Mereka tahu tempat-tempat lain tanpa harus mengunjunginya sendiri.
- Merupakan sarana hiburan dan informasi yang murah dan mudah diperoleh sehingga penonton tidak ketinggalan berita.
D. Televisi dan Media Informasi Publik
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, televisi bisa dinikmati dengan murah dan mudah. Dan dengan memperhatikan jumlah penikmat televisi di Indonesia, memilih televisi sebagai media untuk menyampaikan informasi publik tidaklah berlebihan.
1. Informasi publik apa saja yang bisa disampaikan melalui televisi?
- Yang sedang hangat saat ini adalah pelaksanaan Pilpres yang akan dilaksanakan awal Juli mendatang, sosialisasi cara mencontreng bisa ditayangkan selain juga ajakan untuk menggunakan hak pilih dengan benar dan bertanggung jawab
- Informasi publik yang lain adalah kasus-kasus yang terjadi sebagai akibat dari pelaksanaan undang-undang yang baru (kasus Prita Mulyasari), saat ini juga menjadi tayangan di setiap stasiun televisi
- Informasi publik mengenai kewajiban membayar pajak, yang disampaikan dalam bentuk iklan yang menarik dan mudah diingat.
- Informasi tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat, merupakan informasi yang mendidik karena akan merubah perilaku sebagian besar penonton
- Informasi mengenai program sekolah gratis, informasi yang sangat penting khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu
- Informasi mengenai penyakit / wabah yang sedang melanda, sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan
- dll
2. Kendala atau Hambatan
Dari segi target sasaran, televisi dinilai bisa menjangkau semua kalangan jika digunakan sebagai media informasi publik, namun dari segi ekonomi harus dipertimbangkan lagi karena hal-hal berikut ini:
- Biaya untuk memproduksi informasi sangat besar karena melibatkan banyak pihak ( penulis naskah, sutradara, artis)
- Perlu kreatifitas yang tinggi, karena informasi yang disampaikan memperhatikan durasi penayangan (singkat tetapi lengkap)
- Karena biaya penayangan di televisi juga sangat tinggi, kuatitas atau frekuensi sangat terbatas (tidak bisa berulang-ulang)
E. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
- Televisi dimiliki oleh 65 % penduduk Indonesia diartikan bahwa lebih dari separuh penduduk Indonesia menikmati tayangan televisi
- Televisi dipilih sebagai media informasi publik karena dinilai efektif untuk menyampaikan informasi tetapi harus memperhatikan segi ekonomi
2. Saran
Sebagian ahli (kalangan pendidik, psikologi, ahli agama) mengkhawatirkan dampak negatif televisi, tetapi dengan sikap bijak efek negatif tersebut akan bisa dihindari.

